Bagi sebagian besar orang, kampung halaman menarik untuk diceritakan terutama kampung halaman sendiri (ya iyalah). Maka dari itu gue akan menceritakan tentang kampung halaman gue mulai dari kejadian sehari-hari, penduduk disana, dll. Kampung terserbut bernama 'Kampung Poncol'.
![]() |
| Kampung Poncol |
Kampung Poncol terletak di pusat Jakarta, daerahnya lumayan luas, tapi lumayan padat juga. Disana juga banyak warung, sampe sampe kalau gue disuruh beli kalpanax sama nyokap, gue bingung mau beli di warung yang mana. Letak Poncol sangat strategis, dekat dengan pasar, jalanan, tempat kuliner, dan masih banyak lagi yang gak bisa gue sebutin.
![]() |
| PISS dulu ah |
![]() |
| Korban banjir |
Yang gue suka tinggal di Poncol yaitu anak-anaknya. Anak-anak disini sangat sangar ramah dan tamah. Terutama dengan anak yang bernama Dika.
Bocah kurang beruntung yang berumur 11 tahun itu sangat ramah. Saking ramahnya dia pernah bersih-bersih di rumah gue selama 1 minggu (lho?!). Dika berkulit hitam, rambutnya hitam (yang ini kayaknya udah dari lahir), dia biasa di panggil Buyung. Mungkin karena buyung nama orang tuanya, atau mungkin dia suka gigitin es batu (gak nyambung). Dika selain ramah dia juga rajin. Saking rajinnya kalau di suruh membeli sesuatu oleh anak-anak yang lain dia mau. Gue pernah menyuruh dia membeli Aqua gelas, tanpa banyak bertanya dia langsung membelikannya. Lihat seru kan. Di Kampung ini juga ada anak yang gak kalah terkenalnya. Anak itu bernama Deni.
Foto anak dibawah ini bernama Deni. Foto diambil saat gerhana matahari total.
![]() |
| Mana orangnya? |
Deni biasa di panggil Garong, Gembel, atau Setaaaaan kalau dia lagi make masker neneknya. Garong (biasa dipanggil) berkulit sawo matang, berambut botak, dan baru baru ini dia sedang terkena penyakit Demam Afrika, yang diikuti gejala pipi menjadi bengkak seperti menyimpan baso didalam mulutnya, dan keluar beberapa ekor cicak dari dalam pantatnya. Oke yang soal cicak gue bercanda. Selain mempunyai penyakit yang aneh, dia juga sering melakukan hal-hal yang aneh seperti sikat gigi pake deodoran, nyoba-nyoba baju cewek, dia juga sering melakukan hal yang ekstrim seperti menelan batu, makan indomie sambil kayang, dan masih banyak lagi keanehan-keanehan yang ada dalam diri Garong.
Kelebihan yang dia miliki hanyalah dirinya yang kuat. Tetapi kekuatannya tidak bisa disamakan dengan Superman. Superman buka baju, dia langsung terbang ke atas. Garong buka baju, orang-orang disekitarnya yang beterbangan ke atas. Garong memang tidak sebanding dengan Superman, tetapi dia juga lumayan kuat.
Dia pernah jatuh dari ketinggian 5 meter, tetapi setelah jatuh dia langsung bangun kembali dan beraktifitas seperti biasa. Dia menganggap seperti tidak ada yang perlu ditakuti jatuh dari ketinggian 5 meter. Wow, amazing. Tapi setelah kejadian itu, dikabarkan paru parunya bergeser keselangkangan.
Di Kampung Poncol banyak kegiatan kegiatan yang tidak baik seperti tawuran antar warga, berjudi. Terutama berjudi.
Berjudi di Poncol layaknya lampu merah di jalanan. Sering dijumpai. Banci yang ada di lampu merah, gue anggap seperti orang yang bermain judi tersebut. Karena hal itu, gue jadi gak ada niat untuk bermain judi di Poncol. Gue gak mau disamakan seperti banci yang ada di lampu merah itu. Harga diri gue terlukai, walaupun gue gak punya harga diri.
Tawuran disini juga sering terjadi. Gue pernah beberapa kali ikut tawuran. Gue liat anak-anak Poncol didepan. Lalu anak-anak Tongkang (nama kampung sebrang, aneh sih.. kayak nama merek makanan anjing) lari berceceran kesana sini. Ada yang lari ke got, ada yang lari ke pot tanaman, ada yang lari bawa-bawa TV (belakangan diketahui kalo dia emang maling).
Masih banyak sih yang bisa gue ceritain tentang Kampung Halaman gue ini. Tapi berhubung gue mau nonton Jebakan Batman, jadi ceritanya udah dulu. PISS.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar