Setelah sebelumnya gue sudah menceritakan tentang kampung halaman gue, sekarang gue akan menceritakan tentang sekolah SMA gue. Yaitu SMA 30 Rawasari.
![]() |
| SMA 30 RAWASARI |
Bagi gue, SMA 30 adalah sekolah yang tepat buat gue. Terutama karena dulu bokap gue sekitar tahun 80an (bukan pada zaman Jura. Bokap gue bukan Dinosaurus) pernah sekolah disana.
Selain karena dulu bokap gue pernah sekolah disana, letak SMA 30 juga sangat strategis. Sekolahnya deket jalan gede, jadi aksesnya gampang. Sekolahnya juga deket Rumah Makan Padang, jadi tiap kali gue mao makanan Padang, gue tinggal ke sana beli rendang (walaupun bakalan jarang gue ngiler masakan Padang, tapi lumayan lah buat nambah-nambahin alasan sekolah disana).
Pertama kali menginjakan kaki di SMA 30, gue seperti orang yang sedang tersesat di Negara orang. Di halaman sekolah yang di penuhi murid-murid baru, gue gak tau harus berbuat apa. Apakah gue harus menegor seseorang atau kenalan dengan seorang cewek, minta nomer HP nya, lalu gue ajakin kawin lari. Tapi gue baru sadar gue gak senekat itu (ralat: gue gak seberani itu).
Situasi tersebut di karenakan disana gak ada orang yang gue kenal. Murid dari SMP gue dulu yang masuk SMA 30 cuma 6 orang. 5 orang cewek lalu sisanya cowok, yaitu gue. Karena gue gak begitu deket dengan ke 5 biji cewek tersebut, gue sama sekali gak negor mereka di hari pertama gue jadi murid SMA.
Setelah menunggu lama, pengumuman pemilihan kelas pun telah di umumkan. Gue dapet di kelas… ehm, Sepuluh Lima.
Keesokan harinya, di hari kedua gue masuk sekolah, gue langsung masuk ke kelas Sepuluh Lima. Gue sekelas dengan 2 cewek temen SMP gue dulu, namanya Tiwi dan Tika. Eh tunggu dulu… kayaknya gue ketuker antara temen SMP gue dulu sama personil Titu. Pokoknya yang salah satu namanya Tiwi dan yang satunya lagi kalo gak salah namanya Anisa.
Di kelas Sepuluh Lima, orang pertama yang duduk dengan gue adalah sesosok Homo Sapiens yang bernama Ricko Radityo Kusuma.
![]() |
| Ricko Radityo Kusuma |
Ricko orang Jawa, palanya botak. Maksud gue rambutnya yang botak. Dia kalo jalan tegak kayak manusia purba zaman dulu: bawa-bawa tongkat buat berburu terus suka pake kacamata hitam (ini manusia purba apa kakek-kakek preman tanah abang).
Yang gue suka sama Ricko adalah karena dia pendiam. Pendiam bukan berarti dia diam gak bergerak atau bukan berarti dia diam tanpa kata kayak lagunya Kangen Band. Mungkin kalo keadaannya seperti itu, Ricko di sangka patung biksu yang ada di kuil-kuil. Tinggal di kasih baju biksu dan di cat warna biru muda, gue sudah bisa menyewakan Ricko ke kuil-kuil terdekat yang membutuhkan patung biksu.
Lebih detailnya lagi: Patung Biksu Jawa
Lebih detailnya lagi: Patung Biksu Jawa yang mirip Manusia Purba.
Gue suka sifat Ricko yang pendiem itu, karena gue orangnya juga pendiem. Semenjak itu, gue merasa sifat gue berdua saling mengisi satu sama lain. Gue suka ngemil kuaci, Ricko suka kulit kuaci. Gue sering nonton TV, Ricko hobi nyolong TV. Gue suka warna oren, Ricko mirip Alien (gak nyambung, tapi ini yang paling bener). Gue kalo pipis di toilet, Ricko di wastafel.
Di hari itu, gue sama Ricko deket banget. Gue sama Ricko sudah seperti kakak beradik. Bahkan sudah seperti abang dengan adiknya (apa bedanya). Tapi keesokan harinya di hari ketiga gue sekolah di SMA 30, Ricko gak duduk dengan gue lagi. Gue tanyain dia kenapa dia gak mao duduk dengan gue lagi, ternyata Ricko kesal sama gue karena 2 hal. Satu, karena gue bilang bahwa lagu yang berjudul ‘Diam tanpa kata’ itu lagunya Kangen Band. Ternyata setelah gue selidiki lagu itu bukan lagunya Kangen Band, tapi lagunya Demasip. Memang semua ini kesalahan Kangen Band, tapi gak apa apalah. Ini bukan karena gue ngefans sama Kangen Band lho ya, tapi gue gak tau Kangen Band itu yang mana. Dua, karena gue juga bilang bahwa patung biksu berwarna Biru Muda. Padahal itu kan memang benar adanya. Mungkin si Ricko gak suka warna Biru Muda (atau memang gue nya yang bego).
Setelah 15 menit meributkan tentang patung biksu ada yang berwarna biru muda atau nggak ada, gue dapet temen duduk baru. Orang kurang beruntung tersebut bernama Is Wahyu Nugroho.
![]() |
| Is Wahyu Nugroho |
Ceritanya lanjut next time ya. Gue besok mau ulangan Matematika nih. Doain semoga gue bisa mengerjakan soal-soal nya. Amin.
Oh iya masalah tentang Patung biksu itu sampe sekarang masih gue perbincangkan dengan Ricko lho. Tungguin aja hasil akhirnya, pasti gue yang menang. Hahahahaha



Jangan lupa ceritain yg laen juga :)
BalasHapusOke, semuanya bakal kebagian dit
BalasHapus